Selasa, 17 November 2009

TOKOH INDRAGIRI HILIR

Hj.Syafni Zuryanti

Hj.Syafni Zuryanti
Hj.Syafni Zuryanti
Satu manusia didunia ini pasti tidak akan pernah bisa menebak apa yang akan terjadi dimasa akan datang. Begitu juga dengan Bapak Bupati H.Indra Muchlis Adnan dan Ibu Hj.Syafni Zuryanti. Siapa yang dapat mengira kalau saat ini mereka kembali diberi kepercayaan memimpin negri seribu parit ini sebagai Bupati Inhil dan Ibu Bupati Inhil.
Ibu Hj.Syafni Zuryanti yang merupakan mantan pegawai negeri sipil kantor Gubernur Biro keuangan ini (sekarang Kepala Kantor Samsat Inhil, red), tentu sangat menyadari bahwa tidak bisa setiap saat untuk mendampingi Bapak dalam menjalankan segala kegiaatannya. Namun beliau tetap menyadari kodratnya sebagai seorang istri untuk selalu setia mendukung segala aktivitas suami termasuk dalam menghantarkan Bapak H. Indra Muchlis Adnan menjadi Bupati Indragiri Hilir untuk kedua kalinya.

Dra.Wardiah

Dra.Wardiah
Dra.Wardiah
Dra.Wardiah, lahir di Rengat Tanggal 1 Juli 1960, Pendidikan SD diselesaikan Tahun 1974 di Alang Payang Kecamatan Rengat, kemudian beliau melanjutkan pendidikan ke SKKP (Sekolah Kepandaian Putri) dan selesai Tahun 1977, selanjutnya melanjutkan Studi di SMEAN Rengat. Selepas pendidikan SMEA, Wardiah melanjutkan studi ke Universitas Riau Pekanbaru pada Jurusan Pendidikan Sejarah, tahun 1986 Wardiah menyelesaikan kesarjanaannya.
Pada tahun 1987 Wardiah diangkat sebagai staf pengajar pada SMAN 2 Rengat Sungai Beringin, kurang lebih selama 5 tahun bertugas di sana , pindah ke Indragiri Hilir, mengikutI suami (Drs. Hadran) yang bertugas pada Kantor BKKBN Kab. Inhil, Tahun 2002 Wardiah diberikan kesempatan mengikuti Pendidikan Cakep (Calon Kepala Sekolah).Sejak tahun 2002 hingga sekarang ia menjabat sebagai Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Tembilahan.

K.H. Syarkowi Hasan

K.H. Syarkowi Hasan
K.H. Syarkowi Hasan

K.H. Syarkowi Hasan Spdi, lahir di Parit Hidayat Kecamatan Kuindra Kabupaten Indragiri Hilir pada Tanggal 30 Desember 1950. Beliau memiliki satu orang Istri yang bernama HJ. Indrawati Nong dan dikaruniai tiga orang putra (Indrawansyah SE, Ade Suriyansyah dan Ricky Rahmatsyah).
Riwayat Pendidikannya dimulai dari Sekolah Rakyat I Tembilahan (1957-1963), dan Madrasah Nurul Iman Jambi (1964-1966), Kemudian pada Tahun 1966 beliau melanjutkan pendidikannya di Pondok Modern Gontor Ponorogo dan di selesaikannya pada Tahun 1970, dan melanjutkan Pendidikan Guru Agama Atas Muhammadiyah (1970), pata Tahun 1971 beliau meneruskan ke Fakultas Adab Jurusan Sastra Arab IAIN Sunan Kalijaga dan selesai pada Tahun 1978, dan Pada Tahun 2000-2002 beliau menyelesaikan Kesarjanaannya SI di Yayasan Aulia Khurrassidin Tembilahan.


H. Syamsuri Latif

H. Syamsuri Latif
H. Syamsuri Latif
H. Syamsuri Latif, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indragiri Hilir, terlahir di Tembilahan 15 Agustus 1941. Dalam mengenyam Pendidikan, Pendidikan SR diselesaikan di Tembilahan Tahun 1956 dan selanjutnya Pendidikan PGAN 4 Tahun dan PGAN 6 Tahun diselesaikan di Tanjung Pinang (1962).
Selepas Pendidikan PGAN di Tanjung Pinang, Beliau langsung mengabdikan diri sebagai Guru Agama SD di kampung halamannya Khairiah Mandah. Perjalanan karir Beliau sebagai guru tidak lama, pada tahun 1965 Beliau dipromosikan sebagai Kabag Sekretariat Dinas Pendidikan Agama Kabuapten Indragiri Hilir. Beberapa jabatan di percayakan kepada Beliau, antara lain Bendaharawan Dinas Pendidikan Agama Kab.Inhil (1968-1970), penilik Pendidikan Agama Resor Mandah Kateman (1970-1978), Kepala KUA Kecamatan Mandah (1978-1988), Kepala KUA Kecamatan Tembilahan (1988-1997).


H. Muhammad SK

H. Muhammad SK
H. Muhammad SK
Sebagai seorang ulama di Kabupaten Indragiri Hilir, H. Muhammad SK dalam memberikan ceramah agama memiliki suatu ciri khas yang sangat kental dengan intonasi Bahasa Bugis Bone. Ulama kelahiran Bone Sulawesi Selatan 5 Juli 1739, hijrah ke Indragiri Hilir dibawa oleh orang tuanya semasa masih kecil dan menetap di Pulau Kijang.
lama yang dikenal aktif di organisasi ISMI, MUI dan juga Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Indragiri ini mengecam Pendidikan Agama hanya sampai tingkat Tsanawiyah di Pulau Kijang.

H.Mahlan Aham


H.Mahlan Aham
H.Mahlan Aham
H.Mahlan Aham lahir di Banjarmasin Kabupaten Hulu Sungai tengah pada Tanggal 13 Juli 1924.
Pendidikan:
- Plop School Jaman Belanda
- Per Plop School
- MULO (sekolah Menengah)
Tahun 1945 H.Mahlan Aham memasuki Partai Politik Nahdatul Ulama (NU) di Bagian Hisbullah kemudian menjadi Tentara Hisbullah pada Jaman Revolusi sampai penyerahan kedaulatan.

Drs. R. Jala

Drs. R. Jala
Drs. R. Jala
Drs. R. Jala Lahir di Tembilahan, 2 Juni 1940, Pendidikan Sekolah Rakyat (SR) pada tahun 1945, Sekolah Guru Bawah diselesaikan di Tembilahan pada Tahun 1957, selanjutnya Beliau melanjutkan Pendidikan Sekolah Guru Atas di Tanjung Pinang pada Tahun 1960.
Setelah selesai Pendidikan Guru di Tanjung Pinang, Beliau mengabdikan diri di Tembilahan sebagai Guru TK I SR dan Juga Guru Honor pada PGA. A Tembilahan, kemudian Beliau melanjutkan pendidikan Kesarjanaan di IKIP Jogyakarta pada Tahun (1967) sekembali ke Tembilahan Beliau di angkat sebagai Dosen Luar Biasa pada Fakultas Syari'ah IAIN di Tembilahan.

H. Sulaiman Hasbi


H. Sulaiman Hasbi
H. Sulaiman Hasbi terlahir di Tembilahan, 15 Agustus 1932. Pendidikan Sekolah Dasar dilaluinya di SD 01 Tembilahan. Kemudian melanjutkan ke Sekolah Guru yang pada waktu itu disebut KPKPKB, yaitu Sekolah Kepandaian Kewajiban Belajar, kemudian berubah nama menjadi SGB Cabang Taluh yang muridnya hanya 32 orang.
Setamat dari SGB Beliau langsung diangkat menjadi Guru SD 01 Tembilahan pada Tahun 1956. Berbagai jabatan dilaluinya dalam jalur pendidikan, pernah menjadi Kepala SD 04, Pengawas, terakhir menjelang pensiun sebagai Kepala Kandepdikbud Kecamatan Tempuling di Sungai Salak.

H. Abdul Khalid Zuhri, BA


H. Abdul Khalid Zuhri
H. Abdul Khalid Zuhri, BA terlahir di Tembilahan, 2 Agustus 1934. Pendidikan sekolah Rakyat di selesaikan di Desa Teluk Kiambang (1945), selanjutnya Pendidikan Madrasah Sa'adah El-Islamiyah di Tembilahan (1953), kemudian Beliau melanjutkan Pendidikan Madrasah Tarbiyah di Candung Bukittinggi (1958). Pendidikan Terakhir Beliau Sarjana Muda Agama di Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Medan (1962) dengan gelar Bachelor Ad (BA).
Setelah menyelesaikan pendidikan Beliau di Medan langsung diangkat menjadi Kepala Sekolah Sa'adah El-Islamiyah Tembilahan (1963), 1 Oktober 1965 beliau diangkat sebagai Kepala Sekolah Persiapan Fakultas Syari'ah UIR Tembilahan, 1 Februari 1967 dilantik sebagai Kepala PGAN Tembilahan, 3 Desember 1976 Pejabat Sementara Dekan Fakulatas Tarbiyah UIR Tembilahan, 23 Desember 1976 Beliau dilantik sebagai Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Indragiri Hilir, sebelum memasuki masa pensiun Beliau kembali sebagai Pendidik Agama Islam (Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Negeri) Tembilahan.

H. Satar Hakim


H. Satar Hakim
Melihat pesatnya kemajuan sosial ekonomi daerah yang didukung oleh sumber daya alam serta posisi geografis yang sangat strategis, masyarakat Indragiri Hilir memohon kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Riau agar Indragiri Hilir dimekarkan menjadi Kabupaten yang berdiri sendiri.
Bupati Indragiri Masynoer (waktu itu) setuju dan mendukung aspirasi ini. Dari hasil survey dan penelitian, daerah ini memang sangat layak menjadi suatu Kabupaten tersendiri. Persetujuan pemekaran oleh Gubernur Riau diawali dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Gubernur Riau No. 052/5/1965 tanggal 27 April 1965 tentang "Dibentuknya Daerah Persiapan Kabupaten Indragiri Hilir".

K.H. Bustani Qadri


K.H. Bustani Qadri
Nama K.H. Bustani Qadri memang sangat mashur bagi masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir, sebagaimana Ulama yang menjadi suri tauladan bagi umat. Walaupun dia telah tiada, nama besarnya tetap terkenang bagi masyarakat Inhil.
K.H. Bustani Qadri, terlahir di Sapat Kecamatan Kuala Indragiri Tahun 1921. Sewaktu berumur 5 Tahun di bawa oleh orang tuanya ke tanah suci Mekah, hampir 13 Tahun Beliau mendalami Ilmu Agama di Mekah, Tahun 1941 pulang ke Sapat. Tahun 1943, di Sapat Beliau menikahi Fatimah. Dari pernikahannya dengan Hj. Fatimah, beliau dikaruniai 6 orang anak yaitu : 1.Faridah, 2.Anwar, 3.Hj.Azizah, 4.Ferial Antoni, 5.Nurlaili, 6.Ahmad Riva'at serta dikaruniai 13 orang cucu.

H. Mohd. Arsyad Abbis


H. Mohd. Arsyad Abbis
H. Mohd. Arsyad Abbis, Lahir tanggal 22 Februari 1922 di Kalimantan Selatan Kota Barabai, ketika beliau masih remaja sekolah di Pondok Pesantren Darussalam Martapura setelah lulus di Martapura pada Tahun 1937 beliau hijrah bersama orang tua ke Mekkah dan bermukim disana untuk menuntut ilmu.
Pada Tahun 1943/1944 ketika ada pergolakan perang dunia ke II beberapa santri yang ada di Mekkah kembali ke Indonesia untuk berjuang membela tanah air, dan sekaligus beliau diangkat sebagai Tentara Badan Keamanan Rakyat (BKR).

H. Kemas Mursyid


H. Kemas Mursyid
Tokoh masyarakat Indragiri Hilir ini, lahir di Perigi Raja 9 November 1919. Pendidikan Agama Islam diselesaikan di Perguruan Islam Al. Junid Singapore.
Setamat pendidikan di Singapore, Beliau langsung mengabdikan diri sebagai Guru Agama Islam Madrasah Al - Idrisiah di Desa Perigi Raja. Tahun 1951 - 1952, diangkat sebagai Dewan Perwakilan Kecamatan Kuindra mewakili Asisten Wedana Kecamatan Kuindra sambil tetap mengajar di Madrasah.
Selanjutnya, Tahun 1967 Beliau pindah ke Tembilahan dan bertugas sebagai Guru di PGAA Tembilahan. Keberhasilan Beliau sebagai pendidik, dipercayakan menduduki jabatan selama 2 kali periode Anggota DPRD Kabupaten Indragiri Hilir 1971 s/d 1982.
Terakhir Diupdate ( Senin, 06 April 2009 20:13 )

K.H.A Hamid Sulaiman


K.H.A Hamid Sulaiman
K.H.A Hamid Sulaiman merupakan sosok ulama besar di Provinsi Riau, yang terlahir di Tembilahan 17 Agustus 1917. Gemblengan Pendidikan Agama dari orang tuanya, mengantarkan beliau menempuh Pendidikan setingkat Aliyah dan Perguruan Tinggi di Mekkah (1928-1934).
Setelah menuntaskan Pendidikan Agama di Tanah Suci Mekkah, Beliau langsung mengabdikan diri ke kampungnya di Tembilahan sebagai Guru di Madrasah dan Aliyah. Berbagai karir keagamaan Beliau jalani dalam mensyiarkan syariat Islam di bumi Lancang Kuning, beberapa jabatan strategi Beliau peroleh atas segala kegigihannya. Pada jalur Pendidikan Beliau Pernah di percaya menjadi Dekan Fakultas Ushuludin UIR di Bangkinang (1958), Dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Pekanbaru (1964) Dekan Fakultas Syariah IAIN Cabang Tembilahan (1972). Sedangkan pada jenjang Pemerintahan Beliau menjadi Ketua DPRD Indragiri di Rengat.


Drs. H. Abdul Hamid Idris

Drs. H. Abdul Hamid Idris
Drs. H. Abdul Hamid Idris
Drs. H. Abdul Hamid Idris, terlahir di Mandah 20 Juni 1945. Masa kecil sampai menamatkan Pendidikan SR Tahun 1959 di jalaninya di Mandah, setamat SR Beliau melanjutkan Pendidikan Menengah Pertama ke Rengat. Setamat SMP, Beliau kembali ke Tembilahan dan memilih Pendidikan di SMEA, selesai Tahun 1966.
Selepas Pendidikan SMEA, Beliau diangkat sebagai Pegawai Bulanan Daerah, di Kantor Bupati Indragiri Hilir. Tahun 1969 di berikan kesempatan


H. Abd. Hamid Abdullah


H. Abd. Hamid Abdullah
H. Abd. Hamid Abdullah, terlahir di Amuntai Kalimantan Selatan 1912. Semasa kecil dibawa merantau oleh orangtuanya ke Indragiri Hilir.

Masa kecil dan Pendidikan zaman Belanda di Indragiri Hilir, selanjutnya Sekolah Agama ke Universitas Al-Azhar Kairo Mesir pada Tahun 1937, Pendidikan Beliau dipercayai sebagai Bendahara Persatuan Pemuda Pelajar Indonesia - Malaya, Kairo Mesir.

Selesai Pendidikan di Mesir, Beliau kembali ke Tanah Air dan berjuang melawan penjajahan Belanda di Indragiri, pernah menjadi Wakil Ketua Komando pangkalan Gerilya IV Tembilahan, selanjutnya Ketua Dewan Pertahanan Daerah Indragiri Hilir Ketua Komite Nasional Indonesia Inhil.

Syekh Abdurrahman Siddiq


Syekh Abdurrahman Siddiq
Syekh Abdurrahman Siddiq bin Muhammad 'Afif yang mengabdikan diri di Kerajaan Indragiri. Semasa mudanya, Abdurrahman banyak menulis buku-buku agama, sejarah dan sastra. Ia dikenal dimana-mana bahkan sampai di Mekkah karena ia juga menjadi guru agama. Muridnya tersebar sampai ke Singapura, Malaysia dan Kalimantan.
Syekh Abdurrahman Siddiq bin Muhammad 'Afif dikenal sebagai Pujangga dan Sastrawan yang semasa hidupnya mengarang sejumlah buku sasta dan agama. Tuan guru Syekh Abdurrahman, demikian pangilan hormat beliau telah menulis karyanya berupa kumpulan puisi berjudul " Syair Ibarat Kabar Kiamat " yang diterbitkan oleh Ahmadiyah Press Singapura Tahun 1915.

Mohammad Boya


M. Boya
Diseluruh Riau dibentuk Barisan Pemuda Perjuangan (BPR) beranggotakan para pemuda Riau bekas Gyugun, Heiho, Kaigon dan Masyarakat. Pemerintah pusat kemudian menginstruksikan pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) beranggotakan para pemuda Riau bekas Gyugun, Heiho, Kaigun dan Masyarakat. Dan semua organisasi perjuangan yang ada harus bergabung dalam BKR. KoordinatorBKR Riau adalah Hasan Basri yang terdiri dari tiga Batalyon, Yaitu Batalyon Pekanbaru (dibawah komano DI Panjaitan), Batalyon Bengkalis (Arifin Achad) dan Batalyon Indragiri (Thofa Hanafi).
Di Kewedanan Tembilahan kemudian dibentuk BKR Tembilahan pada tanggal 9 Oktober 1945. Para 29 anggota terdiri dari pemuda-pemuda bekas Heiho, Gyugun dan Kaygon yang dipimpin oleh Mohammad Boya.

Tengku Sulung


Tengku Sulung
Tengku Sulung diperkirakan lahir di Lingga, Kepulauan Riau. Sejak Kecil, Sulung dididik dengan ajaran Islam yang ketat. Pemahamannya tentang Agama Islam membuatnya tidak suka dengan Belanda. Bahkan Dia tidak mau bekerjasama dengan Belanda dalam bentuk apapun.
Pada masa ramaja, Tengku Sulung pernah pergi ke Kalimantan dan dilatih mengarungi laut. Bahkan di Kruang Kalimantan, dia pernah tertembak sehingga mengenai bagian mukannya yang membekas sampai masa tuanya. Tengku Sulung bersama seorang sahabatnya, Encik Montel menjadi pemimpin bajak laut yang tersohor dan menetap di Kalimantan. Setelah tertangkap dan kemudian diberikan pengampunan oleh Komisaris Du Bus De Giusignies Tengku Sulung diperkenankan tinggal di sepanjang Sungai Reteh dengan syarat yang diajukan bahwa ia harus melepaskan pekerjaan membajak. Hal ini memang ditaatinya sungguh-sungguh.
Tugas Belajar ke APDN Pekanbaru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

" KABUPATEN INDRAGIRI HILIR SELATAN "